Selasa, 21 April 2015

Pengertian



1.     Pengertian komunikasi antar pribadi

          Komunikasi antar pribadi adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang Komunikasi Interpersonal  adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non    verbal. Saling berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau antar individu di dalam kelompok kecil.

  Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang   memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara       verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang,    seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya

Menurut Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar      komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya          mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa        percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan        ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah  komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan   kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya.

Komunikasi Interpersonal Antara Dua Orang adalah komunikasi dari seseorang ke orang            lain, dua arah interaksi verbal dan nonverbal yang menyangkut saling berbagi informasi dan       perasaan. Komunikasi Interpersonal Antara Tiga Orang/ lebih, menyangkut komunikasi dari   orang ke beberapa oarng lain (kelompok kecil). Masing-masing anggota menyadari keberadaan anggota lain, memiliki minat yang sama dan/atau bekerja untuk suatu tujuan.

Setiap individu dalam suatu organisasi (bisnis maupun non bisnis) dalam kehidupan           sehari-harinya tidak dapat dilepaskan dengan dunia komunikasi. Salah satu jenis komunikasi    adalah komunikasi antarpribadi.

            Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat maupun organisasi (bisnis dan non bisnis) dengan menggunakan media komunikasi tertentu dan bahasa yang mudah dipahami (informal) untuk mencapai suatu tujuan   tertentu.

            Berdasarkan pengertian tersebut, paling tidak ada 4 hal tertentu yang perlu diperhatikan   dalam mencermati definisi Komunikasi antarpribadi yakni :

  a. Komunikasi dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  b. Menggunakan media tertentu, misalnya telepon, telepon seluler, atau bertatap muka.
  c.Bahasa yang digunakan biasanya bersifat informal (tidak baku) , kadang-kadag                              menggunakan bahasa daerah, bahasa pergaulan atau bahasa campuran.
  d.Tujuan yang ingin dicapai dapat bersifat personal atau pribadi bila komunikasi terjadi dalam   suatu masyarakat, dan untuk pelaksanaan tugas pekerjaan bila komunikasi terjadi dalam suatu   organisasi.

            Di dalam suatu masyarakat, komunikasi antar pribadi merupakan bentuk komunikasi antara seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat pribadi.

1.      Tujuan Komunikasi antarpribadi

Tujuan komunikasi antarpribadi antara lain sebagai berikut :

1. Menyampaikan informasi
Ketika berkomunikasi dengan orang lain , tentu saja seseorang memiliki berbagai macam          tujuan dan harapan. Salah satu diantaranya adalah untuk menyampaikan informasi kepada       orang lain agar orang lain tersebut dapat mengetahui informasi tersebut.
2. Berbagi pengalaman
Dengan komunikasi antarpribadi juga memiliki fungsi atau tujuan untuk berbagi pengalaman baik itu pengalaman yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan
3. Menumbuhkan simpati
4. Melakukan kerja sama
Tujuan komunikasi antarprbadi yang lainnya adalah untuk melakukan krjasama antara seseorang dengan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk melakukan sesuatu    yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
5. Menceritakan kekecawaan atau kekesalan
Komunikasi antarpribadi juga dapat digunakan seseorang untuk menceritakan rasa kecewa  atau kekesalan pada orang lain. Dengan pengungkapan rasa hati itu, sedikit banyak akan      mengurangi beban pikiran. Kadang disebut dengan plong ketika telah bercerita apa yang           selama ini dipendam
6. Menumbuhkan motivasi
Melalui komunikasi antarpribadi, seseorang dapat memotivasi orang lain untuk melakukan       sesuatu yang baik dan positif. Motivasi adalah dorongan kuat dari dalam diri seseorang untuk      melakukan sesuatu. Pada dasarnya, seseorang cenderung untuk melakukan sesuatu karena       dimotivasi orang lain dengan cara-cara seperti pemberian insentif yang bersifat financial     maupun non financial, memberikan pengakuan atas kinerjanya ataupun memberikan            penghargaan kepada karyawan yang berprestasi


2.      Komunikasi Efektif Antar Personal

       Komunikasi Antar Personal

Suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling berkomunikasi. Komunikasi    terjadi secara tatap muka (face to face) antara dua individu atau dengan perantaraan non       media massa.

.3.  Komunikasi antar pribadi (Judy C. Pearson)

  1.  Komunikasi antar paribadi dimulai dengan diri pribadi (self). Berbagai persepsi       komunikasi yang menyangkut pemaknaan berpusat pada diri kita, artinya dipengaruhi    oleh pengalaman dan pengamatan kita.
2. Komunikasi antar pribadi bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada pihak-pihak yang berkomunikasi secara serempak dan bersifat sejajar, menyampaikan dan menerima   pesan.
3. Komunikasi antar pribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Artinya isi pesan dipengaruhi oleh hubungan antar pihak yang berkomunikasi.
4.  komunikasi antarpribadi mensyaratkan kedekatan fisik antar pihak yang berkomunikasi.
5. Komiunikasi antar pribad melibatkan pihak-pihak yang saling bergantung satu sama lainnya dalam proses   komunikasi.
6.  Komunikasi antar pribadi tidak dapat diubah maupun diulang. Jika kita salah             mengucapkan sesuatu pada pasangan maka tidak dapat diubah. Bisa memaafkan tapi,      tidak bisa melupakan atau menghapus yang sudah dikatakan.

4.      Faktor KAP yang tidak terlihat

Faktor1: Meaning (makna).
Ketika simbol ada, maka makna itu ada dan bagaimana cara menanggapinya. Intonasi suara, mimik muka, kata-kata, gambar dsb. Merupakan simbol yang mewakili suatu makna. Misalnya intonasi yang tinggi dimaknai dengan kemarahan, kata pohon mewakili tumbuhan dsb.
Faktor 2: Learning
a.   Interpretasi makna terhadap simbol muncul berdasarkan pola-pola komunikasi yang diasosiasikan pengalaman, interpretasi muncul dari belajar yang diperoleh dari pengalaman. Interpretasi muncul di segala tindakan mengikuti aturan yang diperoleh melalui pengalaman.
b.    Pengalaman merupakan rangkaian proses memahami pesan berdasarkan yang kita pelajari. Jadi makna yang kita berikan merupakan hasil belajar.
c.   Pola-pola atau perilaku komunikasi kita tidak tergantung pada turunan/genetik, tapi makna dan informasi merupakan hasil belajar terhadap simbol-simbol yang ada di lingkungannya.
d.     Membaca, menulis, menghitung adalah proses belajar dari lingkungan formal.
e.   Jadi, kemampuan kita berkomunikasi merupakan hasil learning (belajar) dari lingkungan.
Faktor 3: Subjectivity
a.  Pengalaman setiap individu tidak akan pernah benar-benar sama, sehingga individu dalam meng-encode (menyusun atau merancang) dan men-decode (menerima dan mengartikan) pesan tidak ada yang benar-benar sama.
b.    Interpretasi dari dua orang yang berbeda akan berbeda terhadap objek yang sama.
Faktor 4: Negotiation
a.   Komunikasi merupakan pertukaran symbol. Pihak-pihak yang berkomunikasi masing-masing mempunyai tujuan untuk mempengaruhi orang lain. Dalam upaya itu terjadi negosiasi dalam pemilihan simbol dan makna sehingga tercapai saling pengertian.
b.      Pertukaran simbol sama dengan proses pertukaran makna.
c.       Masing-masing pihak harus menyesuaikan makna satu sama lain.
Faktor 5: Culture
a.      Setiap individu adalah hasil belajar dari dan dengan orang lain.
b.      Individu adalah partisipan dari kelompok, organisasi dan anggota masyarakat.
c.      Melalui partisipasi berbagi simbol dengan orang lain, kelompok, organisasi dan masyarakat.
d.    Simbol dan makna adalah bagian dari lingkungan budaya yang kita terima dan kita adaptasi.
e.      Melalui komunikasi budaya diciptakan, dipertahankan dan dirubah.
f.        Budaya menciptakan cara pandang (point of view)
Faktor 6: Self
a.       Self reference.
b. Perilaku dan simbol-simbol yang digunakan individu mencerminkan pengalaman yang dimilikinya, artinya sesuatu yang kita katakan dan lakukan dan cara kita menginterpretasikan kata dan tindakan orang adalah refleksi makna, pengalaman, kebutuhan dan harapan-harapan kita.
c.       Self reflexivity.
d. Kesadaran diri (self-cosciousnes) merupakan keadaan dimana seseorang memandang dirinya sendiri (cermin diri) sebagai bagian dari lingkungan. Inti dari proses komunikasi adalah bagaimana pihak-pihak memandang dirinya sebagai bagian dari lingkungannya dan itu berpengaruh pada komunikasi.
Faktor 7: Inevitability
Kita tidak mungkin tidak berkomunikasi. Walaupun kita tidak melakukan apapun tetapi diam kita akan tercermin dari nonverbal yang terlihat, dan itu mengungkap suatu makna komunikasi.
Definisi , Hakikat, Ciri-ciri dan Tujuan Komunikasi Antarpribadi
Dosen : Rifqi Muflih, S.Sos

2.     Definisi komunikasi antar pribadi

Definisi Komunikasi Antarpribadi

Tiga ancangan utama definisi komunikasi antar pribadi:

1. Definisi berdasarkan komponen (componential)
2. Definisi berdasarkan hubungan diadik (relational [dyadik])
3. Definisi berdasarkan pengembangan (developmental)

1. Definisi berdasarkan komponen (componential)

  Penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (lihat komponen2 komunikasi)

2. Definisi berdasarkan hubungan dyadik (relational [dyadik])

     Komunikasi yang berlangsung diantara 2 orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Mis : pramuniaga-pelanggan, orang tua-anak, wawancara 2 orang, dsb.
     Hampir tidak mungkin k’si diadik bukan komunikasi antar pribadi bahkan orang asing yg menanyakan alamat termasuk komunikasi antar pribadi. Diperluas sampai sekelompok kecil orang ( 3 atau 4 orang).

Ciri2 komunikasi diadik:
a.  Peserta komunikasi berada dlm jarak yg dekat
b. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan       (verbal, non verbal)
c.   Keberhasilan komunikasi menjadi tanggung  jawab para peserta komunikasi
d.  Kedekatan hubungan peserta komunikasi tercermin pd jenis – jenis pesan atau respon       nonverbal
f.   mereka seperti sentuhan, tatapan yg ekspresif, dan jarak fisik yg dekat
g.   Komunikasi antarpribadi mungkin didominasi oleh satu pihak

3. Definisi berdasarkan pengembangan
    Komunikasi antar pribadi dimulai dari komunikasi yang bersifat tak pribadi (impersonal) menjadi komunikasi pribadi atau intim (mrpk akhir k’si tak pribadi/impersonal)
     Menurut Deddy Mulyana:
   Komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara orang2x secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain scr langsung baik verbal maupun non verbal.

3.     Hakikat komunikasi antar pribadi

Diantara semua pengetahuan & keterampilan yg dimiliki manusia komunikasi termasuk yg paling penting dan berguna.

a.Komunikasi intrapribadi :
Anda berbicara dgn diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri, meyakinkan diri sendiri tentang ini dan itu, mempertimbangkan keputusan2x yg akan diambil, dan menyiapkan pesan2x yg akan Anda sampaikan kpd orang lain.
Misal: berpikir, melamun, dll.
b.Komunikasi antarpribadi :
Anda berinteraksi dgn orang lain, mengenal mereka dan diri Anda sendiri, dan mengungkapkan diri sendiri kpd orang lain.
Misal: dgn kenalan baru, kawan lama, kekasih, anggota keluarga, dll.

c.Komunikasi kelompok kecil & organisasi :
Anda berinteraksi dengan orang lain, memecahkan masalah, mengembangkan gagasan baru, dan berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Misal: Wawancara kerja, rapat dewan eksekutif, pertemuan minum kopi informasl s/d pertemuan formal yg membahas masalah2x internasional.

d.Komunikasi publik/terbuka :
 orang lain memberi anda informasi, dan membujuk anda, untuk membeli, berpikir dgn cara tertentu, untuk mengubah sikap, pendapat, atau nilai.
Komunikasi massa : Anda dihibur, diberi informasi, dibujuk oleh media (TV, radio, koran, dan buku). Melalui kebiasaan Anda membaca dan pola belanja anda, anda akan mempengaruhi bentuk dan format media.
                                                             
4.     Ciri-ciri komunikasi antar pribadi

a.       Menurut Deddy Mulyana :

1.  Anggota dlm proses komunikasi tatap muka
2.  Pembicaraan berlangsung scr terpotong2 karena peserta bebas berbicara, ini disebabkan      kedudukannya relatif sama (tidak ada yg mendominasi pembicaraan/pembicara tunggal)
3.  Sumber dan penerima sulit dibedakan dan diidentifikasi, antar anggota saling           mempengaruhi satu sama lain.

b.      Menurut Judy. C. Pearson) :

1.    KAP bersifat transaksional
2.    KAP mencakup aspek isi pesan dan hubungan antar pribadi
3.    KAP dimulai dg diri pribadi (self)
4.    KAP mensyaratkan adanya kedekatan fisik antar pihak2 yg berkomunikasi
5.    KAP melibatkan pihak2 yg saling bergantung satu sama lain
6.    KAP tidak dapat diubah maupun diulang
c.   Barnlund (1968) ada beberapa ciri yang bisa diberikan untuk mengenal komunikasi          antarpribadi, yaitu :

1.
 Komunikasi antar pribadi terjadi secara spontan
2.
 Tidak mempunyai struktur yang teratur atau diatur
3.
 Terjadi secara kebetulan
4.
 Tidak mengejar tujuan yang telah direncanakan terlebih dahulu
5.
 Identitas keanggotaannya kadang-kadang kurang jelas
6.
 Bisa terjadi hanya sambil lalu saja. (Liliweri, 1991:12-13)
d.   De Vito (1976) mengemukakan suatu komunikasi antar pribadi mengandung ciri-ciri :
1. Keterbukaan (Openess), yaitu kemauan menanggapi dengan senang hati informasi      yang diterima di dalam menghadapi hubungan antar pribadi.
2. Empati (Empathy), yaitu merasakan apa yang dirasakan orang lain.
3. Dukungan (Supportiveness), yaitu situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi
     berlangsung efektif.
4. Rasa positif (positiveness), seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya,
mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi              komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
5. Kesetaraan atau kesamaan (Equality), yaitu pengakuan secara diamdiam
    bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting      untuk disumbangkan.
e.   Menurut Evert M.Rogers dalam Depari (1988) ada beberapa ciri komunikasi yang menggunakan saluran antar pribadi adalah:
1. Arus pesan yang cenderung dua arah
2. Konteks komunikasinya tatap muka
3. Tingkat umpan balik yang terjadi tinggi
4. Kemampuan mengatasi tingkat selektivitas yang tinggi
5. Kecepatan jangkauan terhadap audience yang besar relatif lambat
6. Efek yang mungkin terjadi ialah perubahan sikap.


5.     Tujuan komunikasi antar pribadi

1.  Mengenal diri sendiri dan orang lain
Komunikasi antar pribadi memberikan kita kesempatan untuk memperbincangkan diri kita sendiri, belajar bagaimana dan sejauhmana terbuka pd orang lain serta mengetahui nilai, sikap dan perilaku orang lain shg kita dpt menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.

3.       Mengetahui dunia luar
Komunikasi antar pribadi memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita baik objek, kejadian dan orang lain. Nilai, sikap keyakinan dan perilaku kita banyak dipengaruhi oleh komunikasi antar pribadi.

4.      Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna
Komunikasi antar pribadi yg kita lakukan banyak bertujuan  untuk menciptakan dan memelihara  hubungan yg baik dg orang lain. Hubungan tsb membantu mengurangi kesepian dan ketegangan serta membuat kita lebih positif ttg diri kita sendiri.

5.      Mengubah sikap dan perilaku
Banyak waktu yg kita pergunakan untuk mengubah/ mempersuasi orang lain melalui komunikasi antar pribadi.

6.      Bermain dan mencari hiburan, kejadian lucu mrpk kegiatan untuk memperoleh hiburan.
Hal ini bisa memberi suasana yg lepas dari keseriusan, ketegangan, kejenuhan, dsb.

6. Membantu orang lain
Psikiater, psikologi klinik dan ahli terapi adl contoh2 profesi yg menggunakan KAP untuk menolong orang lain. Memberikan nasihat dan saran kpd teman juga mrpk contoh tujuan proses KAP untuk membantu orang lain.


6. Teori-teori  dalam komunikasi antarpribadi

1.    Aprehensi komunikasi

            Sebelum membahas teori ini, kita menjelajahi dulu makna aprehensi komunikasi. Ada yang menyatakan bahwa aprehensi komunikasi merupakan kondisi kognitif seseorang yang mengetahui bahwa dirinya saat berkomunikasi dengan orang lain karena kekhawatiran dan ketakutannya, tak memiliki pikiran apapun dalam benaknya dan juga tidak memahami sebab akibat social sehingga menjadi orang yang “mati rasa”. 
            Ada juga yang menyebutkan bahwa aprehensi komunikasi itu terjadi manakala individu memandang pengalaman komunikasinya itu tidak menyenangkan dan merasa takut berkomunikasi. Lebih umum dipakai dalam kom.kelompok.McCroskey merupakan salah satu ilmuwan komunikasi yang banyak menelitifenomena aprehensi komunikasi dalam komunikasi antarpribadi.

  McCroskey menyatakan bahwa aprehensi komunikasi     itu muncul pada manusia karena pengaruh suasana komunikasi di rumahnya. Dinyatakan bahwa faktor-faktor lingkungan rumah, seperti jumlah percakapan dengan anggota keluarga dan gaya interaksi anak-orang tua akan mempengaruhi perilaku komunikasi anak. Ini menunjukan bahwa lingkungan keluarga menjadi penentu penting ada tidaknya "

  Penyebab aprehensi komunikasi dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori  :
1.      Aktivitas berlebihan. Hal ini menunjukan bahwa secara psikologis kita terlalu aktif sebelum kegiatannya sendiri dilakukan.
.
  Cth: Saat kegiatan di luar kota, kita sibuk berbelanja& jalan-jalan sebelum kegiatan hari H. Alhasil pada hari H kita sudah terlalu kecapaian dan tidak fokus

2. Pemprosesan kognitif yang tidak tepat. Hal ini untuk menunjukan rasa tidak nyaman dalam menghadapi kegiatan komunikasi. Oleh karena itu, penyebab aprehensi komunikasi ini dipandang terkait dengan bagaimana kita berpikir tentang komunikasi dan bagaimana proses komunikasi itu dipandang menakutkan.
  Cth :  Kita akan bertemu dengan seorang dosen untuk meminta ujian susulan karena pada saat ujian kita sakit. Kita terlebih dahulu memikirkan situasi menyeramkan yang akan berlangsung dalam komunikasi tersebut.
  
3.    Keterampilan komunikasi  yang tak memadai. Ini untuk menunjukan bahwa kita tak tahu bagaimana berkomunikasi secara efektif. Jika kita merasa tidak terampil berkomunikasi maka dengan sendirinya kita pun akan memandang kegiatan komunikasi merupakan kegiatan yang menegangkan.

3. Teori penetrasi sosial
    Teori ini pada intinya menyatakan bahwa kedekatanantarpribadi itu berlangsung    secara bertahap (gradual) dan berurutan yang di mulai  dari tahap biasa-biasa           saja hingga tahap  intim sebagai  salah  satu  fungsi  dari dampak  saat ini  maupun    dampak masa depannya.

                   Altman dan Taylor (1973) mengemukakan suatu model perkembangan hubungan yang disebut social penetration atau penetrasi social, yaitu suatu proses di mana orang saling mengenal satu dengan lainnya. Model ini selain melibatkan self-disclosure juga menjelaskan bilamana harus melakukan self-disclosure dalam perkembangan hubungan.
                   Penetrasi merupakan proses bertahap, dimulai dari komunikasi basa-basi yang tidak akrab dan terus berlangsung hingga menyangkut topic pembicaraan yang lebih pribadi/akrab, seiring dengan berkebangnya hubungan. Di sini orang akan membiarkan orang lain untuk lebih mengenal dirinya secara bertahap. Dalam proses ini biasanya orang akan menggunakan persepsinya untuk menilai keseimbangan antara upaya dan ganjaran (costs and rewards) yang diterimanya atas pertukaran yang terus berlangsung untuk memperkirakan proses hubungan mereka. Jika perkiraan tersebut menjanjikan kesenangan/keuntungan, maka mereka secara bertahap akan bergerak menuju tingkat hubungan yang lebih akrab. Oleh karena itulah, dalam teori ini  dinyatakan bahwa relasi akan menjadi semakin intim apabila disclosure berlangsung artinya, orang-orang yang menjalin komunikasi antarpribadi masing-masing melakukan, self-disclosure. Proses self-disclosure itu berlangsung seperti  kita mengupas sesiung bawang. Makin dalam kita buka maka kita akan makin membawa kita memasuki bagian terdalam dari bawang tersebut.
  Pada awalnya kita dalam self-disclosure  itu hanya membicarakan hal-hal yang umum yang merupakan bagian luar, seperi soal warna faviorit , music favorit atau makanan yang paling nikmat. Lalu. Masuk lebih dalam lagi dengan membicarakan soal-soal politik. Pada tahap ketiga, kita mulai membicarakan keyakinan dan sikap beragama kita. Lalu, tahap-tahap berikutnya kita mulai membahas kekhawatiran dan fantasi-fantasi terdalam kita. Akhirnya, pada puncaknya kita menyatakan konsep diri kita.

4. Teori pengurangan ketidakpastian
   Mengapa kita menggali pengetahuan tentang  rekan kita ? Teori ini menjelaskan, hal tersebut dilakukan manusia guna mengurangi ketidakpastian atau meningkatkan prediktabilitas perilaku masing-masing dalam interaksi yang akan mereka kembangkan, misalnya rekan sebangku kita menyebut ayahnya adalah anggota TNI, tentunya dalam benak kita ada bayangan begimana perilaku seorang anak perwira TNI. Bayangan itu  akan berbeda apabila rekan sebangku kita menyebut pekerjaan ayahnya adalah pedagang sayur-mayur di  pasar atau seorang  guru besar di satu perguruan tinggi ternama.
                 Menggali pengetahuan berupa memahami itulah yang merupakan perhatian utama kita saat bertemu dengan seseorang  yang belum kita kenal. Jika kita berdiam diri dalam ketidaktahuan, tidaklah akan membuat kita merasa tenang. Jika kita mengetahui siapa orang yang kita ajak berbincang-bincang, tentunya akan lebih membuat diri kita merasa tenang dan nyaman apabila dibandingkan dengan berbincang dengan orang yang tidak kita kenal. Oleh karena itu, kita akan berusaha mengetahui dan memahami siapa orang tersebut.

5.  Teori dialektika relasional                      
                 Agar bisa lebih memahami dialektika ini, kita kembali lagi bahwa relasi antar pribadi itu  tidak statis atau menurut Teori Dialektika Relasional, bersifat cair. Orang-orang yang menjalin relasi dan berkomunikasi antarpribadi pada batinya mengalami apa yang dinamakan tarikan konflik. Tarikan konflik itulah yang menyebabkan relasi menjadi selalu berada dalam kondisi cair, yang dikenal sebagai ketegangan dialektis. Kita terayun-ayun di antara dua kutub relasi. Antara harmonis dan konflik atau antara akrab dan bermusuhan.

6.  Teori penilaian sosial                                                                                                            
                 Dalam melakukan penilaian terhadap pesan yang diterima, orang bisa melakukan dua hal, pertama mengkontraskan dan kedua mengasimilasikan. Kontras merupakan distorsi perseptual yang membawa pada polarisasi ide.mengontraskan antara pandangan kopi itu bermanfaat bagi kesehatan dan kopi itu merugikan kesehatan. Sedangkan asimilasi menunjukan kekeliruan penilaian yang bertentangan. 
                 Mirip dengan pantulan bola pingpong di meja pingpong. Ide yang dilontarkan sejalan dengan pandangan-pandangan atau sikap dasar penerimaan, dipantulkan dan diterima pembicaraan yang memiliki kesamaan dengan penerima. Ini terjadi apabila pesan yang disampaikan diterima dalam sikap pendengarnya pada wilayah penerimaan.
   Ada tiga hal yang dikemukaakan “Teori Penilaian Sosial” yang sudah di uji melalui eksperimen yang bisa di pergunakan untuk mengkaji pengaruh komuniaksi antarpribadi.
                                                
   Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
   Pembicara yang memiliki kredibilitas tinggi akan mampu menyampaikan pesan yang masuk ke dalam wilayah penerimaan pendengarnya. Misal penjelasan tentang bahaya rokok yang disampaikan seorang awam akan diterima secara berbeda dengan penjelasan seorang dokter spesialis jantung oleh pendengarnya.

                 Ambiguitas seringkali lebih baik dibandingkan dengan kejelasan. Untuk contoh ini bisa kita ambil dari dunia periklanan. Perhatikan saja betapa banyak iklan yang menggunakan istilah tidak jelas namun bisa meyakinkan konsumennya.
   Ada orang yang sangat dogmatis dalam setiap permasalahan. Oleh karena itu, wilayah penolaknya besar, misalnya orang yang begitu yakin apa yang di ajarkan orang tuanya pasti benar, termasuk cara memijat tube pasta gigi harus selalu dari ujung bawahnya. Begitu tube plastic di ganti alumunium sehingga di pijat dari manapun tube pasta gigi itupun tak ada bedanya, orang tadi akan tetap melakukan sepetri apa yang di ajarkan orang tuanya itu.
 
7.  Teori Disonansi kognitif
   Teori Leon Festinger mengenai dissonansi kognitif merupakan salah satu teori yang paling penting dalam sejarah psikologi sosial. Selama bertahun-tahun teori ini menghasilkan sejumlah riset dan mengisi aliran kritik, interpretasi, dan extrapolasi.
   Festinger mengajarkan bahwa dua elemen kognitif termasuk sikap, persepsi, pengetahuan, dan perilaku.
   TAHAP
1 . Posisi nol, atau irrelevant,
2.  Kedua yaitu konsisten, atau consonant dan
3.  Ketiga yaitu inkonsisten, atau dissonant. Dissonansi terjadi ketika satu elemen tidak diharapkan mengikuti yang lain. Jika kita pikir merokok itu berbahaya bagi kes ehatan, mereka tidak berharap kita merokok. Apa yang konsonan dan dissonan bagi seseorang tidak bisa berlaku bagi orang lain. Jadi kita harus selalu menanyakan apa yang konsisten dan yang tidak konsisten dalam sistem psik ologis orang itu sendiri.
Smoki dissonance

8.  Process View.
                 Agak berbeda dengan teori sebelumnya, Steve Duck (1985) menganggap bahwa kualitas dan sifat hubungan dapat diperkirakan hanya dengan mengetahui atribut masing-masing sebagai individu dan kombinasi antara atribut-atribut tadi. Sebagai contoh, seorang ibu yang langsung menanggapi anaknya yang menangis akan membentuk hubungan ibu-anak yang berbeda dengan ibu lain yang menunggu sekian lama sebelum menanggapi anaknya yang menangis. Meskipun demikian mengetahui atribut masing-masing hanyalah salah satu aspek yang mempengaruhi hubungan. Untuk mengenali tahap (kualitas hubungan) yang terjadi kita dapat melihatnya dari bagaimana saling menanggapi.
                 Duck mengungkapkan bahwa hubungan tidak selalu berkembang dalam bentuk linear dan berjalan mulus, dan bahwa orang tidak selalu aktif mencari informasi mengenai partnernya, baisanya malahan informasi tersebut didapat secara kebetulan dan bukan sengaja dicari. Bagi Duck tidak semua hubungan akrab, tidak semua hubungan berkembang, dan hubungan dapat sekaligus stabil dan memuaskan.

9.  Teori Hipotesis Kecocokan (Matching Hipothesis)
                 Walster dan Berscheid menjelaskan bahwa kita berkawan dan berkencan dengan mereka yang setara dengan kita dalam ha daya tarik fisik. Walaupun kita mungkin tertarik kepada orang-orang yang secara fisik paling menarik, kita berkencan dan berkawan dengan orang-orang yang mirip dengan kita dalam hal daya tarik fisik. Contoh kasus, Jika anda bertanya kepada sekelompok kawan, “Kepada siapa anda merasa tertarik?” mereka mungkin sekali akan menyebutkan nama-nama orang yang paling menarik yang mereka ketahui.

10. Teori Saling Melengkapi
                 Theodore Reik, berpendapat bahwa kita jatuh cinta kepada orang yang memiliki karakteristik yang tidak kita miliki dan bahwa sebenarnya kita merasa iri. Orang tertarik kepada orang lain yang tidak serupa hanya dalam situasi-situasi tertentu.
   Sebagai contoh, mahasiswa yang patuh dapat sangat cocok dengan seorang dosen yang agresif, tetapi mahasiswa ini tidak bias hidup cocok dengan istri atau suami yang agresif. Istri yang dominant mungkin cocok dengan suami yang penurut tetapi mungkin tidak cocok untuk beraul dengan teman yang penurut.
               Teori ini meramalkan bahwa orang akan tertarik kepada mereka yang tidak serupa dengannya (artinya, tidak dogmatis).

11.  Social Exchange.
                        Teori ini menelaah bagaimana kontribusi seseorang dalam suatu hubungan mempengaruhi kontribusi orang lainnya. Thibaut dan Kelley, pencetus teori ini, mengemukakan bahwa yang mengevaluasi hubungannya dengan orang lain
Dengan mempertimbangkan konsekuensinya, khususnya terhadap ganjaran yang diperoleh dan upaya yang telah dilakukan, orang akan tetap memutuskan untuk tetap tingal dalam hubungan tersebut atau meninggalkannya (mempertahankan hubungan datau mengakhirinya).
            Ukuran bagi keseimbangan antara ganjaran dan upaya ini disebut comparisons level, dimana di atas ambang ukuran tersebut orang akan merasa puas dengan hubungannya. Misalnya kita beranggapan bahwa dasar dari persahabatan adalah kejujuran. Kita mengetahui bahwa sahabat kita berusaha untuk menipu, maka kita akan mempertimbangkan kembali hubungan persahabayan dengannya. Mungkin kita akan memutuskan untuk mengakhiri hubungan demi kebaikan, dengan kejujuran sebagai ambang ukuran, kita merasa bahwa ganjaran yang kita peroleh tidak sesuai dengan upaya kita untuk mempertahankan kejujuran dalam hubungan.
Sementara itu comparison level of alternatives merupakan hasil terendah/terburuk dalam konteks ganjaran dan upaya yang dapat ditolerir seseorang dengan mempertimbangkan alternative-alternatif yang dia miliki.
Jika seseorang tidak banyak memiliki alternative hubungan maka dia akan memberikan standar yang cukup itu seringkali dirasakan merugikan bagi dirinya, namun karena tidak banyak memiliki alternative hubungan, dia akan berusaha mempertimbangkan hubungan tersebut. Sedangkan orang yang banyak memiliki alternative akan lebih mudah meninggalkan suatu hubungan bila dirasakan bahwa hubungan tersebut sudah tidak memuaskan lagi. Konsekuansi suatu hubungan dan konsekuaensi yang digunakan akan berubah seiring dengan perjalanan hubungan tersebut.

                        Roloff (1981) mengemukakan bahwa asumsi tentang perhitungan antara ganjaran dan upaya (untung-rugi) tidak berarti bahwa orang selalu berusaha untuk saling mengeksploitasi, tetapi bahwa orang lebih memilih lingkungan dan hubungan yang dapat memberikan hasil yang diinginkannya.
Tentunya kepentingan masing-masing orang akan dapat dipertemukan untuk dapat saling memuaskan daripada hubungan yang eksploitatif. Hubungan yang ideal akan terjadi bilamana kedua belah pihak dapat saling memberikan cukup keuntungan sehingga hubungan menjadi sumber yang dapat diandalkan bagi kepuasan kedua belah pihak.
Pertanyaan??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar