1.
Pengertian
komunikasi antar pribadi
Komunikasi antar pribadi
adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang
atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang Komunikasi
Interpersonal adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal. Saling berbagi informasi dan
perasaan antara individu dengan individu atau antar individu di dalam
kelompok kecil.
Menurut Devito (1989),
komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain
atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk
memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
Komunikasi interpersonal
adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan
setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi
interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua
sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya
Menurut Effendi, pada
hakekatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan,
komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat
atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat
langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi
dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif,
berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan
pada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya.
Komunikasi Interpersonal
Antara Dua Orang adalah komunikasi dari seseorang ke orang lain, dua arah interaksi
verbal dan nonverbal yang menyangkut saling berbagi informasi dan perasaan. Komunikasi Interpersonal
Antara Tiga Orang/ lebih, menyangkut komunikasi dari orang
ke beberapa oarng lain (kelompok kecil). Masing-masing anggota menyadari
keberadaan anggota lain, memiliki
minat yang sama dan/atau bekerja untuk suatu tujuan.
Setiap individu dalam suatu
organisasi (bisnis maupun non bisnis) dalam kehidupan sehari-harinya tidak dapat
dilepaskan dengan dunia komunikasi. Salah satu jenis komunikasi adalah komunikasi antarpribadi.
Komunikasi antarpribadi
adalah komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dalam
suatu masyarakat maupun organisasi (bisnis dan non bisnis) dengan menggunakan
media komunikasi tertentu dan
bahasa yang mudah dipahami (informal) untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan pengertian
tersebut, paling tidak ada 4 hal tertentu yang perlu diperhatikan dalam
mencermati definisi Komunikasi antarpribadi yakni :
a. Komunikasi dilakukan
oleh dua orang atau lebih.
b. Menggunakan media
tertentu, misalnya telepon, telepon seluler, atau bertatap muka.
c.Bahasa yang digunakan
biasanya bersifat informal (tidak baku) , kadang-kadag menggunakan
bahasa daerah, bahasa pergaulan atau bahasa campuran.
d.Tujuan yang ingin dicapai
dapat bersifat personal atau pribadi bila komunikasi terjadi dalam suatu masyarakat, dan untuk
pelaksanaan tugas pekerjaan bila komunikasi terjadi dalam suatu organisasi.
Di dalam suatu masyarakat,
komunikasi antar pribadi merupakan bentuk komunikasi antara seseorang dengan
orang lain dalam suatu masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat
pribadi.
1.
Tujuan
Komunikasi antarpribadi
Tujuan
komunikasi antarpribadi antara lain sebagai berikut :
1.
Menyampaikan informasi
Ketika berkomunikasi dengan
orang lain , tentu saja seseorang memiliki berbagai macam tujuan dan harapan. Salah
satu diantaranya adalah untuk menyampaikan informasi kepada orang lain agar orang lain tersebut
dapat mengetahui informasi tersebut.
2.
Berbagi pengalaman
Dengan komunikasi
antarpribadi juga memiliki fungsi atau tujuan untuk berbagi pengalaman
baik itu pengalaman yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan
3.
Menumbuhkan simpati
4.
Melakukan kerja sama
Tujuan komunikasi
antarprbadi yang lainnya adalah untuk melakukan krjasama antara seseorang
dengan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
5.
Menceritakan kekecawaan atau kekesalan
Komunikasi antarpribadi
juga dapat digunakan seseorang untuk menceritakan rasa kecewa atau kekesalan pada orang lain. Dengan
pengungkapan rasa hati itu, sedikit banyak akan mengurangi beban pikiran. Kadang
disebut dengan plong ketika telah bercerita apa yang selama ini dipendam
6.
Menumbuhkan motivasi
Melalui komunikasi
antarpribadi, seseorang dapat memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu yang baik dan positif. Motivasi
adalah dorongan kuat dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Pada
dasarnya, seseorang cenderung untuk melakukan sesuatu karena dimotivasi orang lain dengan cara-cara
seperti pemberian insentif yang bersifat financial maupun non financial, memberikan
pengakuan atas kinerjanya ataupun memberikan penghargaan kepada karyawan
yang berprestasi
2. Komunikasi Efektif Antar
Personal
Komunikasi Antar Personal
Suatu proses pertukaran
makna antara orang-orang yang saling berkomunikasi. Komunikasi terjadi secara tatap muka (face to
face) antara dua individu atau dengan perantaraan non media
massa.
.3. Komunikasi antar pribadi (Judy C. Pearson)
1. Komunikasi
antar paribadi
dimulai dengan diri pribadi (self). Berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut
pemaknaan berpusat pada diri kita, artinya dipengaruhi oleh pengalaman dan pengamatan kita.
2.
Komunikasi antar pribadi
bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada pihak-pihak yang
berkomunikasi secara serempak dan
bersifat sejajar, menyampaikan dan menerima pesan.
3.
Komunikasi
antar pribadi
mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Artinya isi pesan
dipengaruhi oleh hubungan antar pihak yang berkomunikasi.
4. komunikasi
antarpribadi mensyaratkan kedekatan fisik antar pihak yang berkomunikasi.
5. Komiunikasi
antar pribad
melibatkan pihak-pihak yang saling bergantung satu sama lainnya dalam proses komunikasi.
6. Komunikasi
antar pribadi tidak
dapat diubah maupun diulang. Jika kita salah mengucapkan sesuatu pada pasangan maka tidak dapat diubah. Bisa
memaafkan tapi, tidak bisa melupakan atau
menghapus yang sudah dikatakan.
4.
Faktor
KAP yang tidak terlihat
Faktor1: Meaning (makna).
Ketika simbol ada, maka
makna itu ada dan bagaimana cara menanggapinya. Intonasi suara, mimik muka,
kata-kata, gambar dsb. Merupakan simbol yang mewakili suatu makna. Misalnya
intonasi yang tinggi dimaknai dengan kemarahan, kata pohon mewakili tumbuhan
dsb.
Faktor 2: Learning
a. Interpretasi
makna terhadap simbol muncul berdasarkan pola-pola komunikasi yang
diasosiasikan pengalaman, interpretasi muncul dari belajar yang diperoleh dari
pengalaman. Interpretasi muncul di segala tindakan mengikuti aturan yang
diperoleh melalui pengalaman.
b.
Pengalaman
merupakan rangkaian proses memahami pesan berdasarkan yang kita pelajari. Jadi
makna yang kita berikan merupakan hasil belajar.
c. Pola-pola
atau perilaku komunikasi kita tidak tergantung pada turunan/genetik, tapi makna
dan informasi merupakan hasil belajar terhadap simbol-simbol yang ada di
lingkungannya.
d.
Membaca,
menulis, menghitung adalah proses belajar dari lingkungan formal.
e. Jadi,
kemampuan kita berkomunikasi merupakan hasil learning (belajar) dari
lingkungan.
Faktor
3: Subjectivity
a.
Pengalaman
setiap individu tidak akan pernah benar-benar sama, sehingga individu dalam
meng-encode (menyusun atau merancang) dan men-decode (menerima dan mengartikan)
pesan tidak ada yang benar-benar sama.
b. Interpretasi
dari dua orang yang berbeda akan berbeda terhadap objek yang sama.
Faktor 4: Negotiation
a. Komunikasi
merupakan pertukaran symbol. Pihak-pihak yang berkomunikasi masing-masing
mempunyai tujuan untuk mempengaruhi orang lain. Dalam upaya itu terjadi
negosiasi dalam pemilihan simbol dan makna sehingga tercapai saling pengertian.
b.
Pertukaran
simbol sama dengan proses pertukaran makna.
c.
Masing-masing
pihak harus menyesuaikan makna satu sama lain.
Faktor 5: Culture
a. Setiap
individu adalah hasil belajar dari dan dengan orang lain.
b.
Individu
adalah partisipan dari kelompok, organisasi dan anggota masyarakat.
c. Melalui
partisipasi berbagi simbol dengan orang lain, kelompok, organisasi dan
masyarakat.
d. Simbol
dan makna adalah bagian dari lingkungan budaya yang kita terima dan kita
adaptasi.
e. Melalui
komunikasi budaya diciptakan, dipertahankan dan dirubah.
f.
Budaya
menciptakan cara pandang (point of view)
Faktor 6: Self
a.
Self
reference.
b. Perilaku dan simbol-simbol yang digunakan individu mencerminkan pengalaman yang
dimilikinya, artinya sesuatu yang kita katakan dan lakukan dan cara kita
menginterpretasikan kata dan tindakan orang adalah refleksi makna, pengalaman,
kebutuhan dan harapan-harapan kita.
c.
Self
reflexivity.
d. Kesadaran
diri (self-cosciousnes) merupakan keadaan dimana seseorang memandang dirinya
sendiri (cermin diri) sebagai bagian dari lingkungan. Inti dari proses
komunikasi adalah bagaimana pihak-pihak memandang dirinya sebagai bagian dari
lingkungannya dan itu berpengaruh pada komunikasi.
Faktor 7: Inevitability
Kita tidak mungkin tidak
berkomunikasi. Walaupun kita tidak melakukan apapun tetapi diam kita akan
tercermin dari nonverbal yang terlihat, dan itu mengungkap suatu makna
komunikasi.
Definisi , Hakikat,
Ciri-ciri dan Tujuan Komunikasi Antarpribadi
Dosen : Rifqi Muflih, S.Sos
2.
Definisi komunikasi antar pribadi
Definisi Komunikasi
Antarpribadi
Tiga ancangan utama
definisi komunikasi antar pribadi:
1. Definisi berdasarkan
komponen (componential)
2. Definisi berdasarkan
hubungan diadik (relational [dyadik])
3. Definisi berdasarkan
pengembangan (developmental)
1. Definisi berdasarkan
komponen (componential)
Penyampaian pesan oleh satu
orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan
berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera
(lihat komponen2 komunikasi)
2. Definisi berdasarkan
hubungan dyadik (relational [dyadik])
Komunikasi yang berlangsung
diantara 2 orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Mis :
pramuniaga-pelanggan, orang tua-anak, wawancara 2 orang, dsb.
Hampir tidak mungkin k’si diadik bukan komunikasi
antar pribadi
bahkan orang asing yg menanyakan alamat termasuk komunikasi
antar pribadi. Diperluas
sampai sekelompok kecil orang ( 3 atau 4 orang).
Ciri2 komunikasi diadik:
a. Peserta
komunikasi berada dlm jarak yg dekat
b. Peserta
komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan (verbal, non verbal)
c. Keberhasilan
komunikasi menjadi tanggung jawab para peserta komunikasi
d. Kedekatan
hubungan peserta komunikasi tercermin pd jenis – jenis pesan atau respon nonverbal
f. mereka
seperti sentuhan, tatapan yg ekspresif, dan jarak fisik yg dekat
g. Komunikasi
antarpribadi mungkin didominasi oleh satu pihak
3. Definisi berdasarkan
pengembangan
Komunikasi antar pribadi
dimulai dari komunikasi yang bersifat tak pribadi (impersonal) menjadi
komunikasi pribadi atau intim (mrpk akhir k’si tak pribadi/impersonal)
Menurut Deddy Mulyana:
Komunikasi antar pribadi
adalah komunikasi antara orang2x secara tatap muka, yang memungkinkan setiap
pesertanya menangkap reaksi orang lain scr langsung baik verbal maupun non
verbal.
3.
Hakikat komunikasi antar pribadi
Diantara semua pengetahuan
& keterampilan yg dimiliki manusia komunikasi termasuk yg paling penting
dan berguna.
a.Komunikasi intrapribadi :
Anda berbicara dgn diri
sendiri, mengenal diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri, meyakinkan diri
sendiri tentang ini dan itu, mempertimbangkan keputusan2x yg akan diambil, dan
menyiapkan pesan2x yg akan Anda sampaikan kpd orang lain.
Misal: berpikir, melamun,
dll.
b.Komunikasi antarpribadi :
Anda berinteraksi dgn orang
lain, mengenal mereka dan diri Anda sendiri, dan mengungkapkan diri sendiri kpd
orang lain.
Misal: dgn kenalan baru,
kawan lama, kekasih, anggota keluarga, dll.
c.Komunikasi kelompok kecil
& organisasi :
Anda berinteraksi dengan
orang lain, memecahkan masalah, mengembangkan gagasan baru, dan berbagi
pengetahuan dan pengalaman.
Misal: Wawancara kerja,
rapat dewan eksekutif, pertemuan minum kopi informasl s/d pertemuan formal yg
membahas masalah2x internasional.
d.Komunikasi publik/terbuka :
orang lain memberi
anda informasi, dan membujuk anda, untuk membeli, berpikir dgn cara tertentu,
untuk mengubah sikap, pendapat, atau nilai.
Komunikasi massa : Anda
dihibur, diberi informasi, dibujuk oleh media (TV, radio, koran, dan buku).
Melalui kebiasaan Anda membaca dan pola belanja anda, anda akan mempengaruhi
bentuk dan format media.
4.
Ciri-ciri komunikasi antar pribadi
a.
Menurut
Deddy Mulyana :
1.
Anggota dlm proses komunikasi tatap muka
2. Pembicaraan
berlangsung scr terpotong2 karena peserta bebas berbicara, ini disebabkan kedudukannya relatif sama (tidak ada yg
mendominasi pembicaraan/pembicara tunggal)
3. Sumber
dan penerima sulit dibedakan dan diidentifikasi, antar anggota saling mempengaruhi satu sama
lain.
b.
Menurut
Judy. C. Pearson) :
1.
KAP bersifat transaksional
2.
KAP mencakup aspek isi pesan dan hubungan antar pribadi
3.
KAP dimulai dg diri pribadi (self)
4.
KAP mensyaratkan adanya kedekatan fisik antar pihak2 yg berkomunikasi
5.
KAP melibatkan pihak2 yg saling bergantung satu sama lain
6.
KAP tidak dapat diubah maupun diulang
c. Barnlund (1968) ada beberapa ciri yang
bisa diberikan untuk mengenal komunikasi antarpribadi, yaitu :
1. Komunikasi antar pribadi terjadi secara spontan
2. Tidak mempunyai struktur yang teratur atau diatur
3. Terjadi secara kebetulan
4. Tidak mengejar tujuan yang telah direncanakan terlebih dahulu
5. Identitas keanggotaannya kadang-kadang kurang jelas
6. Bisa terjadi hanya sambil lalu saja. (Liliweri, 1991:12-13)
d. De Vito (1976) mengemukakan suatu
komunikasi antar pribadi mengandung ciri-ciri :
1. Keterbukaan (Openess),
yaitu kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi
hubungan antar pribadi.
2. Empati (Empathy), yaitu merasakan apa yang dirasakan orang lain.
3. Dukungan (Supportiveness), yaitu situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif.
4. Rasa positif (positiveness), seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
5. Kesetaraan atau kesamaan (Equality), yaitu pengakuan secara diamdiam
bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.
2. Empati (Empathy), yaitu merasakan apa yang dirasakan orang lain.
3. Dukungan (Supportiveness), yaitu situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif.
4. Rasa positif (positiveness), seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
5. Kesetaraan atau kesamaan (Equality), yaitu pengakuan secara diamdiam
bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.
e. Menurut Evert M.Rogers dalam Depari
(1988) ada beberapa ciri komunikasi yang menggunakan saluran antar
pribadi adalah:
1. Arus pesan yang cenderung dua arah
2. Konteks komunikasinya tatap muka
3. Tingkat umpan balik yang terjadi tinggi
4. Kemampuan mengatasi tingkat selektivitas yang tinggi
5. Kecepatan jangkauan terhadap audience yang besar relatif lambat
6. Efek yang mungkin terjadi ialah perubahan sikap.
1. Arus pesan yang cenderung dua arah
2. Konteks komunikasinya tatap muka
3. Tingkat umpan balik yang terjadi tinggi
4. Kemampuan mengatasi tingkat selektivitas yang tinggi
5. Kecepatan jangkauan terhadap audience yang besar relatif lambat
6. Efek yang mungkin terjadi ialah perubahan sikap.
5.
Tujuan komunikasi antar pribadi
1. Mengenal diri sendiri dan orang lain
Komunikasi
antar pribadi
memberikan kita kesempatan untuk memperbincangkan diri kita sendiri, belajar
bagaimana dan sejauhmana terbuka pd orang lain serta mengetahui nilai, sikap
dan perilaku orang lain shg kita dpt menanggapi dan memprediksi tindakan orang
lain.
3.
Mengetahui dunia luar
Komunikasi
antar pribadi
memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita baik objek, kejadian dan orang
lain. Nilai, sikap keyakinan dan perilaku kita banyak dipengaruhi oleh komunikasi
antar pribadi.
4.
Menciptakan
dan memelihara hubungan menjadi bermakna
Komunikasi
antar pribadi yg
kita lakukan banyak bertujuan untuk menciptakan dan memelihara
hubungan yg baik dg orang lain. Hubungan tsb membantu mengurangi kesepian dan
ketegangan serta membuat kita lebih positif ttg diri kita sendiri.
5.
Mengubah
sikap dan perilaku
Banyak waktu yg kita
pergunakan untuk mengubah/ mempersuasi orang lain melalui komunikasi
antar pribadi.
6.
Bermain
dan mencari hiburan, kejadian lucu mrpk kegiatan untuk memperoleh hiburan.
Hal ini bisa memberi
suasana yg lepas dari keseriusan, ketegangan, kejenuhan, dsb.
6. Membantu orang lain
Psikiater, psikologi klinik
dan ahli terapi adl contoh2 profesi yg menggunakan KAP untuk menolong orang
lain. Memberikan nasihat dan saran kpd teman juga mrpk contoh tujuan proses KAP
untuk membantu orang lain.
6. Teori-teori dalam komunikasi antarpribadi
1.
Aprehensi komunikasi
Sebelum membahas teori ini, kita menjelajahi dulu
makna aprehensi komunikasi. Ada yang menyatakan bahwa aprehensi komunikasi
merupakan kondisi kognitif seseorang yang mengetahui bahwa dirinya saat
berkomunikasi dengan orang lain karena kekhawatiran dan ketakutannya, tak
memiliki pikiran apapun dalam benaknya dan juga tidak memahami sebab akibat
social sehingga menjadi orang yang “mati rasa”.
Ada juga yang menyebutkan bahwa aprehensi komunikasi
itu terjadi manakala individu memandang pengalaman komunikasinya itu tidak
menyenangkan dan merasa takut berkomunikasi. Lebih umum dipakai dalam
kom.kelompok.McCroskey merupakan salah satu ilmuwan komunikasi yang banyak
menelitifenomena aprehensi komunikasi dalam komunikasi antarpribadi.
McCroskey menyatakan bahwa aprehensi komunikasi
itu muncul pada manusia karena pengaruh suasana komunikasi di
rumahnya. Dinyatakan bahwa faktor-faktor lingkungan rumah, seperti jumlah
percakapan dengan anggota keluarga dan gaya interaksi anak-orang tua akan
mempengaruhi perilaku komunikasi anak. Ini menunjukan bahwa lingkungan keluarga
menjadi penentu penting ada tidaknya "
Penyebab aprehensi komunikasi dikelompokkan menjadi
3 (tiga) kategori :
1.
Aktivitas berlebihan. Hal ini menunjukan bahwa
secara psikologis kita terlalu aktif sebelum kegiatannya sendiri dilakukan.
.
Cth: Saat
kegiatan di luar kota, kita sibuk berbelanja& jalan-jalan sebelum kegiatan hari H. Alhasil pada hari H kita sudah terlalu
kecapaian dan tidak fokus
2. Pemprosesan kognitif yang tidak tepat. Hal ini untuk
menunjukan rasa tidak nyaman dalam menghadapi kegiatan komunikasi. Oleh karena
itu, penyebab aprehensi komunikasi ini dipandang terkait dengan bagaimana kita
berpikir tentang komunikasi dan bagaimana proses komunikasi itu dipandang
menakutkan.
Cth : Kita akan bertemu dengan seorang dosen
untuk meminta ujian susulan karena pada saat ujian kita sakit. Kita terlebih
dahulu memikirkan situasi menyeramkan yang akan berlangsung dalam komunikasi
tersebut.
3. Keterampilan komunikasi yang tak memadai. Ini
untuk menunjukan bahwa kita tak tahu bagaimana berkomunikasi secara efektif.
Jika kita merasa tidak terampil berkomunikasi maka dengan sendirinya kita pun
akan memandang kegiatan komunikasi merupakan kegiatan yang menegangkan.
3. Teori penetrasi sosial
Teori ini pada intinya menyatakan bahwa kedekatanantarpribadi itu berlangsung secara bertahap (gradual) dan berurutan yang di mulai dari tahap biasa-biasa saja hingga tahap intim sebagai salah satu fungsi dari dampak saat ini maupun dampak masa depannya.
Altman dan Taylor (1973) mengemukakan suatu model
perkembangan hubungan yang disebut social penetration atau penetrasi social,
yaitu suatu proses di mana orang saling mengenal satu dengan lainnya. Model ini
selain melibatkan self-disclosure juga menjelaskan bilamana harus melakukan
self-disclosure dalam perkembangan hubungan.
Penetrasi merupakan proses bertahap, dimulai dari
komunikasi basa-basi yang tidak akrab dan terus berlangsung hingga menyangkut
topic pembicaraan yang lebih pribadi/akrab, seiring dengan berkebangnya
hubungan. Di sini orang akan membiarkan orang lain untuk lebih mengenal dirinya
secara bertahap. Dalam proses ini biasanya orang akan menggunakan persepsinya
untuk menilai keseimbangan antara upaya dan ganjaran (costs and rewards) yang
diterimanya atas pertukaran yang terus berlangsung untuk memperkirakan proses
hubungan mereka. Jika perkiraan tersebut menjanjikan kesenangan/keuntungan,
maka mereka secara bertahap akan bergerak menuju tingkat hubungan yang lebih
akrab. Oleh karena itulah, dalam teori ini dinyatakan bahwa relasi
akan menjadi semakin intim apabila disclosure berlangsung artinya,
orang-orang yang menjalin komunikasi antarpribadi masing-masing melakukan,
self-disclosure. Proses self-disclosure itu berlangsung
seperti kita mengupas sesiung bawang. Makin dalam kita buka maka
kita akan makin membawa kita memasuki bagian terdalam dari bawang tersebut.
Pada awalnya kita dalam self-disclosure itu
hanya membicarakan hal-hal yang umum yang merupakan bagian luar, seperi soal
warna faviorit , music favorit atau makanan yang paling nikmat. Lalu. Masuk
lebih dalam lagi dengan membicarakan soal-soal politik. Pada tahap ketiga, kita
mulai membicarakan keyakinan dan sikap beragama kita. Lalu, tahap-tahap
berikutnya kita mulai membahas kekhawatiran dan fantasi-fantasi terdalam kita.
Akhirnya, pada puncaknya kita menyatakan konsep diri kita.
4. Teori pengurangan ketidakpastian
Mengapa kita menggali pengetahuan tentang
rekan kita ? Teori ini menjelaskan, hal tersebut dilakukan manusia guna
mengurangi ketidakpastian atau meningkatkan prediktabilitas perilaku
masing-masing dalam interaksi yang akan mereka kembangkan, misalnya rekan
sebangku kita menyebut ayahnya adalah anggota TNI, tentunya dalam benak kita
ada bayangan begimana perilaku seorang anak perwira TNI. Bayangan itu
akan berbeda apabila rekan sebangku kita menyebut pekerjaan ayahnya adalah
pedagang sayur-mayur di pasar atau seorang guru besar di satu
perguruan tinggi ternama.
Menggali pengetahuan berupa memahami itulah yang
merupakan perhatian utama kita saat bertemu dengan seseorang yang belum
kita kenal. Jika kita berdiam diri dalam ketidaktahuan, tidaklah akan membuat
kita merasa tenang. Jika kita mengetahui siapa orang yang kita ajak
berbincang-bincang, tentunya akan lebih membuat diri kita merasa tenang dan
nyaman apabila dibandingkan dengan berbincang dengan orang yang tidak kita
kenal. Oleh karena itu, kita akan berusaha mengetahui dan memahami siapa orang
tersebut.
5. Teori dialektika relasional
Agar bisa lebih memahami dialektika ini, kita
kembali lagi bahwa relasi antar pribadi itu tidak statis atau menurut
Teori Dialektika Relasional, bersifat cair. Orang-orang yang menjalin relasi
dan berkomunikasi antarpribadi pada batinya mengalami apa yang dinamakan
tarikan konflik. Tarikan konflik itulah yang menyebabkan relasi menjadi selalu
berada dalam kondisi cair, yang dikenal sebagai ketegangan dialektis. Kita
terayun-ayun di antara dua kutub relasi. Antara harmonis dan konflik atau
antara akrab dan bermusuhan.
6. Teori penilaian sosial
Dalam melakukan penilaian terhadap pesan yang
diterima, orang bisa melakukan dua hal, pertama mengkontraskan dan kedua
mengasimilasikan. Kontras merupakan distorsi perseptual yang membawa pada
polarisasi ide.mengontraskan antara pandangan kopi itu bermanfaat bagi
kesehatan dan kopi itu merugikan kesehatan. Sedangkan asimilasi menunjukan
kekeliruan penilaian yang bertentangan.
Mirip dengan pantulan bola pingpong di meja
pingpong. Ide yang dilontarkan sejalan dengan pandangan-pandangan atau sikap
dasar penerimaan, dipantulkan dan diterima pembicaraan yang memiliki kesamaan
dengan penerima. Ini terjadi apabila pesan yang disampaikan diterima dalam
sikap pendengarnya pada wilayah penerimaan.
Ada tiga hal yang dikemukaakan “Teori Penilaian
Sosial” yang sudah di uji melalui eksperimen yang bisa di pergunakan untuk
mengkaji pengaruh komuniaksi antarpribadi.
Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
Pembicara yang memiliki kredibilitas tinggi akan
mampu menyampaikan pesan yang masuk ke dalam wilayah penerimaan pendengarnya.
Misal penjelasan tentang bahaya rokok yang disampaikan seorang awam akan
diterima secara berbeda dengan penjelasan seorang dokter spesialis jantung oleh
pendengarnya.
Ambiguitas seringkali lebih baik dibandingkan dengan
kejelasan. Untuk contoh ini bisa kita ambil dari dunia periklanan. Perhatikan
saja betapa banyak iklan yang menggunakan istilah tidak jelas namun bisa
meyakinkan konsumennya.
Ada orang yang sangat dogmatis dalam setiap
permasalahan. Oleh karena itu, wilayah penolaknya besar, misalnya orang yang
begitu yakin apa yang di ajarkan orang tuanya pasti benar, termasuk cara
memijat tube pasta gigi harus selalu dari ujung bawahnya. Begitu tube plastic
di ganti alumunium sehingga di pijat dari manapun tube pasta gigi itupun tak
ada bedanya, orang tadi akan tetap melakukan sepetri apa yang di ajarkan orang
tuanya itu.
7. Teori
Disonansi kognitif
Teori Leon Festinger mengenai dissonansi kognitif
merupakan salah satu teori yang paling penting dalam sejarah psikologi sosial.
Selama bertahun-tahun teori ini menghasilkan sejumlah riset dan mengisi aliran
kritik, interpretasi, dan extrapolasi.
Festinger mengajarkan bahwa dua elemen kognitif
termasuk sikap, persepsi, pengetahuan, dan perilaku.
TAHAP
1 . Posisi nol, atau irrelevant,
2. Kedua yaitu konsisten, atau consonant dan
3. Ketiga yaitu inkonsisten, atau
dissonant. Dissonansi terjadi ketika satu elemen tidak diharapkan mengikuti
yang lain. Jika kita pikir merokok itu berbahaya bagi kes ehatan, mereka tidak
berharap kita merokok. Apa yang konsonan dan dissonan bagi seseorang tidak bisa
berlaku bagi orang lain. Jadi kita harus selalu menanyakan apa yang konsisten dan
yang tidak konsisten dalam sistem psik ologis orang itu sendiri.
Smoki dissonance
8. Process View.
Agak berbeda dengan teori sebelumnya, Steve Duck
(1985) menganggap bahwa kualitas dan sifat hubungan dapat diperkirakan hanya
dengan mengetahui atribut masing-masing sebagai individu dan kombinasi antara
atribut-atribut tadi. Sebagai contoh, seorang ibu yang langsung menanggapi
anaknya yang menangis akan membentuk hubungan ibu-anak yang berbeda dengan ibu
lain yang menunggu sekian lama sebelum menanggapi anaknya yang menangis.
Meskipun demikian mengetahui atribut masing-masing hanyalah salah satu aspek
yang mempengaruhi hubungan. Untuk mengenali tahap (kualitas hubungan) yang
terjadi kita dapat melihatnya dari bagaimana saling menanggapi.
Duck mengungkapkan bahwa hubungan tidak selalu
berkembang dalam bentuk linear dan berjalan mulus, dan bahwa orang tidak selalu
aktif mencari informasi mengenai partnernya, baisanya malahan informasi
tersebut didapat secara kebetulan dan bukan sengaja dicari. Bagi Duck tidak
semua hubungan akrab, tidak semua hubungan berkembang, dan hubungan dapat
sekaligus stabil dan memuaskan.
9. Teori
Hipotesis Kecocokan (Matching Hipothesis)
Walster dan Berscheid menjelaskan bahwa kita
berkawan dan berkencan dengan mereka yang setara dengan kita dalam ha daya
tarik fisik. Walaupun kita mungkin tertarik kepada orang-orang yang secara
fisik paling menarik, kita berkencan dan berkawan dengan orang-orang yang mirip
dengan kita dalam hal daya tarik fisik. Contoh kasus, Jika anda bertanya kepada
sekelompok kawan, “Kepada siapa anda merasa tertarik?” mereka mungkin sekali
akan menyebutkan nama-nama orang yang paling menarik yang mereka ketahui.
10. Teori Saling Melengkapi
Theodore Reik, berpendapat bahwa kita jatuh cinta kepada
orang yang memiliki karakteristik yang tidak kita miliki dan bahwa sebenarnya
kita merasa iri. Orang tertarik kepada orang lain yang tidak serupa hanya dalam
situasi-situasi tertentu.
Sebagai contoh, mahasiswa yang patuh dapat sangat
cocok dengan seorang dosen yang agresif, tetapi mahasiswa ini tidak bias hidup
cocok dengan istri atau suami yang agresif. Istri yang dominant mungkin cocok
dengan suami yang penurut tetapi mungkin tidak cocok untuk beraul dengan teman
yang penurut.
Teori ini meramalkan bahwa orang akan tertarik kepada mereka yang tidak serupa dengannya (artinya, tidak dogmatis).
Teori ini meramalkan bahwa orang akan tertarik kepada mereka yang tidak serupa dengannya (artinya, tidak dogmatis).
11. Social
Exchange.
Teori ini menelaah bagaimana kontribusi seseorang dalam suatu hubungan
mempengaruhi kontribusi orang lainnya. Thibaut dan Kelley, pencetus teori ini,
mengemukakan bahwa yang mengevaluasi hubungannya dengan orang lain
Dengan mempertimbangkan konsekuensinya, khususnya terhadap ganjaran yang
diperoleh dan upaya yang telah dilakukan, orang akan tetap memutuskan untuk
tetap tingal dalam hubungan tersebut atau meninggalkannya (mempertahankan
hubungan datau mengakhirinya).
Ukuran bagi keseimbangan antara ganjaran dan upaya ini disebut
comparisons level, dimana di atas ambang ukuran tersebut orang akan merasa puas
dengan hubungannya. Misalnya kita beranggapan bahwa dasar dari persahabatan
adalah kejujuran. Kita mengetahui bahwa sahabat kita berusaha untuk menipu,
maka kita akan mempertimbangkan kembali hubungan persahabayan dengannya.
Mungkin kita akan memutuskan untuk mengakhiri hubungan demi kebaikan, dengan
kejujuran sebagai ambang ukuran, kita merasa bahwa ganjaran yang kita peroleh
tidak sesuai dengan upaya kita untuk mempertahankan kejujuran dalam hubungan.
Sementara itu comparison level of alternatives merupakan hasil
terendah/terburuk dalam konteks ganjaran dan upaya yang dapat ditolerir
seseorang dengan mempertimbangkan alternative-alternatif yang dia miliki.
Jika seseorang tidak banyak memiliki alternative hubungan maka dia akan
memberikan standar yang cukup itu seringkali dirasakan merugikan bagi dirinya,
namun karena tidak banyak memiliki alternative hubungan, dia akan berusaha
mempertimbangkan hubungan tersebut. Sedangkan orang yang banyak memiliki
alternative akan lebih mudah meninggalkan suatu hubungan bila dirasakan bahwa
hubungan tersebut sudah tidak memuaskan lagi. Konsekuansi suatu hubungan dan
konsekuaensi yang digunakan akan berubah seiring dengan perjalanan hubungan
tersebut.
Roloff (1981) mengemukakan bahwa asumsi tentang perhitungan antara
ganjaran dan upaya (untung-rugi) tidak berarti bahwa orang selalu berusaha
untuk saling mengeksploitasi, tetapi bahwa orang lebih memilih lingkungan dan
hubungan yang dapat memberikan hasil yang diinginkannya.
Tentunya kepentingan masing-masing orang akan dapat dipertemukan untuk dapat
saling memuaskan daripada hubungan yang eksploitatif. Hubungan yang ideal akan
terjadi bilamana kedua belah pihak dapat saling memberikan cukup keuntungan
sehingga hubungan menjadi sumber yang dapat diandalkan bagi kepuasan kedua
belah pihak.
Pertanyaan??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar